[FF] Destiny of Love

Gambar

Destiny of Love

Cast : Park Yeeun (Wonder Girls)

       Hwang Chansung (2PM)

Genre : Sad Romance

Length : One Shoot

By : Ujhee Junbee  (@ujheww)

 

Desclimer : FF Ini pertama kali di post di blog Wonderlove . Happy Reading ^^

 

Semua orang sibuk dengan persiapan ini, aku sangat senang karena semuanya membantuku, orang-orang yang kusayangi tengah berkumpul meyiapkan pesta pernikahanku, diantara memberku yang lain, akulah yang paling terakhir menerima lamaran kekasihku, chansung.

 

“Unniiiii…. Lihat! indah bukan?” Lim dengan antusiasnya memperlihatkan sebuah bando berwarna merah muda untuk mempercantik rambutnya, bukan untukku  tapi untuknya. Aku hanya tertawa melihat tingkah lucu perempuan dengan perut besarnya tapi sama sekali tak memperlihatkan bahwa dirinya telah dewasa dan mengandung anak Jonghyun.

 

“Immo.. bagaimana? Aku cantik bukan dengan gaun ini?” Sohee memamerkan Byul dengan gaun kecil indahnya padaku

 

“Aigooooo.. EunByul ku cantik sekalii” aku mengambil alih Byul dari pangkuan Sohee, Sohee pun kemudian berpindah melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

 

Semua sangat sibuk dengan persiapannya masing-masing, aku tergelitik melihat pemandangan ini. “aku yang akan menikah, bukan kalian! Kenapa kalian sepertinya lebih sibuk dan bahagia daripada aku?”

 

“Karena Unniku yang sangat cantik ini akan mengakhiri masa gadisnya, setelah lama Chansung oppa menunggumu, akhirnya kau menerimanya dan hatimu tergerak juga untuk menikah! Bagaimana kami tidak senang?” wajah Sunmi yang sumringah memelukku dan mencium pipiku seperti yang selalu dia lakukan.

 

Ya, mereka sangat bahagia melihatku menerima lamaran Chansung, setelah hampir 8 tahun Chansung yang tak pernah menyerah mengajaku menikah. Akhirnya hatiku luluh juga, kali ini aku tak dapat menolak permintaannya. “Esok lusa, semuanya akan terbayar Chana yaa.. aku akan mendampingimu selamanya, aku milikmu”

 

Mawar merah tengah berada didepan mataku, sebuah pelukan hangatnya melingkari perutku, pipiku tersentuh oleh kecupan lembut dari orang yang sama sekali tak tahu dimana dia harus melakukan semua ini, dia memang seperti itu.

 

“Hei, kau tak malu? Didepan semua orang seperti ini!” ucapku setengah malu

 

“untuk apa malu? Kau akan segera menjadi milikku” ucap Chansung sambil mencubit kedua pipiku dengan tangannya

 

Semua bersorak melihat kami, aku semakin malu. “Heiii Chansung, tahanlah! 2 hari lag! kau jangan membuatku iri bisa tidak?” ujar Wooyoung, semuapun tertawa.

 

Hari ini chansung sungguh tampan, sangat tampan. Aku sepertinya tidak ingin melepas pandanganku dari wajahnya, senyumnya, matanya, tubuhnya, aku sangat tidak sabar menunggu lusa itu. Entah kenapa, rasanya malam ini dia berbeda dari biasanya.

 

“jeongmal Saranghae..” ucapku sambil memeluknya erat

 

“Nado” sentuhan hangat segera menyentuh bibirku dengan lembut. Aku tersenyum sebelum membiarkannya pulang. Rasanya aku tidak ingin membiarkannya pulang malam ini, aku memeluknya semakin erat.

 

“Kenapa kau pakai motormu? Dimana mobilmu?” tanyaku terheran, sungguh aneh dia menggunakan motor sport nya yang sangat jarang ia gunakan.

 

“Kusimpan! Sayang sekali, mobil itu telah dihias jadi aku tidak bisa memakainya. Karna mobil itu akan kita gunakan lusa” dia tersenyum, senyuman yang tidak biasa. Setelah mencium keningku, diapun pulang. Saat yang bersamaan gerimis kecilpun turun.

 

“Ahhh chansung, gerimis. Harusnya kau pulang setelah hujan reda” batiku cemas

 

Sebuah kemeriahan kini menghinggapi rumahku, sahabat-sahabat cantikku kini tengah minum bersamaku, kebiasaan yang selalu kami lakukan 2 hari menjelang pernikahan kami, dulu-dulu juga selalu seperti ini, dan mungkin ini akan menjadi yang terakhir karena aku adalah wanita terakhir yang menikah. Canda tawa kami lepaskan bersama, senang rasanya seperi ini, berpesta untuk mengakhiri masa gadisku dengan sahabat-sahabat cantiku. Namun sekarang keadaan telah berubah, para ibu-ibu muda dan calon ibu ini, tidak banyak minum, mengingat anak-anak mereka telah dibawa pulang oleh suaminya masing-masing.

 

Beep beep…

“Yeobseooo.. Chanaa.. kau sudah sampai?” tanyaku senang

 

“Maaf, saya Jihoon. Saya ingin memberitahu anda, kalau teman anda barusan mengalami kecelakaan dan dia sekarang berada di rumah sakit Pyeonggang. Bisakah anda kemari?” ucap seseorang diseberang

 

Aku terkejut dan menjatuhkan handphoneku, tak bisa berkata apa-apa bahkan untuk menjawab pertanyaan Sohee. Rasanya sangat sulit dipercaya, 30 menit yang lalu  dia masih memelukku dan menciumku, semuanya masih terasa dan nyata.

End Pov

 

Dengan resah Yeeun menunggunya di depan ruang operasi, semuanya berkumpul, wajah orang-orang ini sejam yang lalu Nampak sibuk dan senang kini berubah menjadi diam dan sedih.”Weo?” batinnya.

 

Yeeun hanya terdiam selama 2 jam menunggu di depan ruang operasi, jam sudah menunjukan pukul 11 malam, namun para perawat dan dokter yang menangani Chansung belum muncul dihadapannya, sementara yang lain ada yang pulang adapun yang tertidur di kursi Rumah Sakit. Yeeun memperhatikan semua pandangan yang ada dihadapannya, dia tidak tertidur.

 

Tepat pukul 12 malam, orang yang Yeeun tunggu dan tidak ditunggupun keluar, dokter itu keluar dengan diikuti dokter lain dan perawatnya, semua terbangun, namun jawaban yang sama sekali tak dia harapkan akhirnya keluar dari mulut dokter itu “Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik” dokter itu hanya menggeleng dan pergi. Air mata pun keluar dari semua orang yang ada disitu, kecuali Yeeun, dia masih berdiri menatap kepergian dokter itu dengan tatapan kosong.

 

“Mana bisa kau seperti ini? Kenapa kau tak berusaha menyelamatkannya?! dokter macam apa kau ini?!” Taecyeon menarik kerah baju dokter itu, dia sangat terpukul atas kematian orang yang sudah dia anggap seperti adiknya itu, namun segera ditahan oleh Minhyuk.

 

“Hyung, Sudahlah. Jebball hyung!” Minhyuk langsung memeluk Taecyeon, mereka berduapun menjatuhkan dirinya dilantai, dan menangis.

 

“A.. apa yang dokter itu katakan?” Yeeun bertanya masih dengan tatapan kosong dan tanpa air mata, Namun tubuhnya bergetar, Semua orang yang ada disitu hanya bisa menatapnya tak berdaya.

 

***

Persiapan pemakaman pun tengah disiapkan di rumah duka, seluruh anggota keluarga dan para sahabat berkumpul mengantar kepergian Chansung untuk terakhir kalinya.

 

“Yeeun ahh , kenapa kau hanya diam?” Yubin tak dapat menahan kalimatnya disela isak tangisnya

 

“Unnieee yaa.. Weoo?? Kenapa kau diam saja?? Kenapa kau tidak menangis unnie?? Kenapaa?? Aku mohon menangislah!” Ucap Lim terisak

 

“Unnie, aku mohon padamu, katakanlah sesuatu. Menangislah unnie” Soheepun menangis

“Unniee..” Sunmi tak dapat berkata apapun, dia hanya menangis dan memeluk Yeeun.

 

“Lepaskan aku! Kalian kenapa? Kenapa menangis? Kemarin kalian sangat bahagia dirumahku menyiapkan segalanya, kalian Nampak lebih bahagia daripada aku. Aku akan menikah besok kan? Kenapa menangis?” Tanya yeeun pada semua orang yang ada dihadapannhya, lim yang tidak kuat berlari kearah Jonghun dan memeluk suaminya itu dengan erat dan menangis sejadinya.

 

“Sohee yaa.. kau kenapa menangis? Kau kan paling kuat diantara kami? Kenapa kau menangis? Kau tidak pernah menangis! Ada apa ini?” Yeeun masih bertanya, membuat Soheepun membenamkan wajahnya pada tubuh Minhyuk.

 

“Kaliaann.. ke .. kenapa? Kenapa menangis? Aku saja tidak menangis! Kenapa kalian menangis?” ucap yeeun terbata , membuat orang-orang disekitarnya makin tak kuasa menahan tangis

 

“Unnieee.. Unniee.. jebbal, aku tidak tahu, tapi aku sangat ingin memelukmu. Menangislah unnie, menangislah untukmu, untuk oppa. Menangislah bersama kami!” Sunmi yang semakin tidak bisa mengontrol tangisannya memeluk yeeun erat

 

“Tidak, aku tidak menangis. Aku kuat!” lelehan air bening itupun kini meleleh dari matanya, perlahan namun semakin deras

 

“Yeeun ahh, yeeun ahh” ibu chansung memeluk calon menantunya dengan sakit dihatinya yang dalam.

 

***

Jenasah Chansungpun siap untuk dikremasi, semua orang dengan berat hati pergi untuk mengantarkannya, namun sebuah teriakan muncul dari dalam.

 

“Tidak!! Kau tidak boleh membawa chansungku” ucap yeeun yang berjalan semakin mendekati peti mati

 

“Yeuun ahh” Nyonya park terkaget, tidak terkecuali orang yang berada disana

 

“kami akan menikah besok, mana boleh kalian membawanya? Ini tidak adil” ucap Yeeun

 

“Unnie, kuatkanlah dirimu, oppa harus dikremasikan” Sohee memegang dan menyenderkan dagunya pada bahu yeeun

 

“Tidak! Kami menikah besok, tidak boleh ada seorangpun yang membawanya pergi tanpa seijinku. Arraseo?” ucapnya tegas

 

“Yeeun ahh, jangan seperti ini. Chansung telah meninggal. Tidak ada yang bisa kita lakukan sayang” nyonya park berkata dengan sedih sambil mengusap rambut anak kesayangannya

 

“Annie, dia tidak mati. Dia berjanji padaku akan menikahiku besok. Dia sudah menungguku selama ini, mana boleh dia pergi begitu saja? Dia sudah menungguku lama.  Dia Akan membahagiakanku!, umma jangan bawa dia pergi. Umm??” yeeun memohon pada nyonya Park dengan getaran di tubuhnya, nyonya Park hanya bisa menangis terisak, semuanya menangis.

 

Yeeun mulai mendekati peti mati yang berisikan jasad Chansung, dia membelai wajah Chansung. “Semalam, kau sungguh tampan. Hari inipun, kau sungguh tampan. Chana yaa.. besok kita akan menikah, apakah kau senang? Penantianmu padaku, terimakasih” yeeun terus membelai jasad Chansung

 

“Aku mohon, izinkan aku menikah dengannya besok, aku mohon” matanya berkaca, rasanya sangat sulit menangis, karena kesedihan yang dia alami sangat dalam

 

The day

“Yeppooo” ucap nyonya Park dengan mata sembabnya menatap anak kesayangannya sangat cantik mengenakan gaun pengantin putih panjangnya

 

“Gomawo, umma. Sohee.. bagaimana? Aku cantik kan? Biasanya kau yang selalu mengkritikku” Yeeun bertanya pada sohee dengan senyumnya yang tak biasa

“Ummm.. nuomu yeppo” ucap Sohee menahan air mata dan tangisnya

“Lim, bandomu itu.. harus kau pakai nanti, kalian akan menjadi pendampingku yang paling cantik”

“umm.. tentu saja” Lim tak dapat menahan tangisnya

“Sunmi yaa” ucapannya terpotong oleh sunmi

“Sudah unnie, tidak usah bicara apa-apa lagi. Kau sungguh cantik, kau cantik sekali” Sunmi sangat sakit melihat yeeun seperti ini

Minhyuk memanggil Sohee dan membisikkan sesuatu padanya, soheepun mengangguk dan menuntun yeeun, Tuan Park dengan matanya yang berkaca menolak pinggangnya, tanda sudah siap digandeng oleh putri kesayangannya.

Yeeun dan Tuan Park berjalan menuju altar, tanpa kehadiran seorang pengikat resmi mempelai pengantin. Dihadapannya dilihatlah wajah tampan Chansung namun pucat itu, dipeganglah kedua pipinya oleh yeeun

“Chana yaa.. akhirnya kita menikah. Kau sangat senang kan? Seperti yang kau bilang, aku telah menjadi milikmu, aku.. aku milikmu chana yaa…”

Pemandangan itu sontak membuat semuanya menangis pilu, tidak terkecuali. Semuanya saling memegang dan memeluk satu sama lain untuk bisa menyalurkan kesedihannya melihat kedua pasangan yang sangat memilukan.

Hari yang seharusnya menjadi hari yang paling membahagian namun berubah menjadi hari yang paling menyedihkan untuk mereka terutama Yeeun, rasanya sangat sulit melihat yeeun diatas altar dengan senyum paling sedih yang pernah mereka lihat selama mengenalnya. Mereka tahu, air matanya kini sulit untuk keluar karena kesedihan yang dialaminya sangat dalam, mereka tahu itu, namun tidak banyak yang mereka lakukan mengingat ini seharusnya menjadi hari bahagia mereka berdua.

“Aku.. sangat berharap unnie menangis” Sohee terisak sedih sambil memegang erat tangan Minhyuk

 

Sore itupun, Chansung dikremasikan. Yeeun yang telah rela melihat Chansung masuk ke dalam peti untuk dikremasikan menatapnya dan mulai memegang gaunnya dengan sangat erat, dan menangis. Menagis yang tidak mengeluarkan suara, hanya air mata yang terus keluar dari matanya dan tidak pernah berhenti. Namun sedikit membuat orang disekitarnya lega, Yeeun akhirnya menerima kenyataan.

“Menangislah unnie, menangislah bersama kami” Sunmi memeluk yeeun

“Kami akan selalu ada untukmu kapan saja” Minjun

Semua orang menyemangatinya, tentu saja. Namun rasa sakit menghadapi perpisahan ini telah membuat jiwanya rapuh, sangat rapuh.

 

Di tepi laut yang menghembuskan angin dengan cukup kencang, yeeun menyebarkan abu Chansung…  dirinya sangat terluka bahwa abu yang dia bawa ini adalah abu yang seharusnya menjadi suaminya kini. Dengan berat, Yeeun mulai menyebarkan abu ini.

 

“Chana yaa… meski sekarang kau sudah di surga, tidak apa-apa. Aku masih tetap mencintaimu dan aku akan selalu mencintaimu. Istirahatlah dengan damai, suamiku. Saranghae…”

 

End

 

Maaf jika hasilnya tidak memuaskan, Terimakasih telah mampir dan baca, akan sangat senang jika reader meninggalkan komentar setelah membaca! Kamsa ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s