[FF] ILLa ILLa ….

Gambar

ILLA ILLA

 

Cast : Ahn Sohee (Wonder Girls)

          Kang Minhyuk (CN Blue)

Genre : Romance , Life

Length : One Shoot

Author : Ujhee Junbee (@ujheww)

 

Disclaimer : Annyeooong… perkenalkan aku author pecinta SOHEE, Hehehehe.. ini FF pertama yang aku post di blog pribadi. FF ini terinspirasi dari lagunya Juniel dengan Judul Illa Illa, cerita nya touched banget disitu dan membukakan jalan fikiranku buat nulis FF ini dengan Cast Ahn Sohee dan Kang Minhyuk. Kenapa mereka??? Karena selain aku suka keduanya, aku fikir mereka ini sama-sama cute dan punya kepribadian yang hampir mirip, kkkkk… Meski FF ini terinspirasi dari lagunya Juniel yang imut itu, tapi ceritanya aku kembangkan sedikit dan murni pengembangan saya.. inilah ya, aku ga mahir bikin FF, Jadi hasilnya super duper gaje T___T

Wokelah kalau begitu, happy Reading Readerssss *kalo ada yang baca* weheee ^^

N/B : jangan lupa komennya yaa, butuh banget #plakkkkkk

*****

“Aku tidak percaya cinta.. Itu mustahil bagiku, sebelum aku bertemu dengannya….”

 

Aku adalah gadis berusia 19 tahun, namaku Ahn Sohee, aku seorang penjual bunga di toko peninggalan orang tuaku. karna keterbatasanku, aku memilih untuk tidak melanjutkan kuliahku, aku hanyalah lulusan SMA..

Januari 2013

Satu-satu nya yang membuatku bertahan selama ini hanyalah DIA.. Aku menunggunya, entah sampai kapan aku menunggunya, jujur.. Akupun tak yakin dia akan kembali.. Disini aku hanya menunggu sambil kuterus melihat wajahku dikertas ini, sebuah lukisan wajahku yang telah usang karna terus kubuka tiap hari sampai dia kembali…

Flashback

Pagii itu seperti biasa kubuka toko ku, meskipun pagi-pagi kota seoul sudah diguyur hujan tapi tidak menyurutkan semangatku untuk menjual bunga-bunga ini.

Seorang pria berlari dari arah selatan menuju toko ku…

“Maaf nona, bolehkah aku berteduh disini?” Tanya seseorang padaku

Akku tertegun melihatnya, tapi dengan sopan kuanggukan kepala lalu tersenyum kepadanya…

Hujanpun telah reda, lalu pria itupun berpamitan padaku “terimakasih nona atas tumpangannya, aku pergi dulu” kata pria itu sambil membungkuk kepadaku, lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum kepadanya…

 

Minhyuk POV

“Aigooo,, setelah selama satu minggu aku hanya berani melihatnya dari luar akhirnya aku dapat bertemu dengan gadis penjual bunga itu, dan ternyata dia sungguh cantiikk jika dilihat lebih dekat, tapi kenapa dia sombong sekali, tidak pernah menjawab ku, aisshhh” Minyuk terus berbicara pada diri sendiri, kemudian melanjutkan pekerjaan melukisnya.. Ya, dia adalah Kang Minhyuk, 20tahun, seorang Seniman jalanan yang sangat berbakat, itu adalah pekerjaannya dan dia sangat mencintai pekerjaannya ini, dia sangat senang melukis apapun, karna itu merupakan hobby nya dari kecil yang sekaligus bisa menghasilkan uang untuk makan dan kebutuhan hidupnya sehari-hari..

 

16 April 2009…

Pagii itu aku sengaja memasang bangku kerjaku tepat di dekat toko bunga milik gadis itu lagi, karna niatku untuk datang lagi kesitu kuurungkan, tidak ada alasan seperti hujan kemarin, jadi dengan terpaksa aku hanya bisa melihatnya dari luar lagi, karna akupun tidak punya keberanian untuk menghampirinya bahkan hanya sekedar untuk tahu namanya…

Lukisan wajahnya yang pertama baru selesai kubuat, diam-diam selama seminggu aku melukis dirinya, Aku melihat dia keluar bersama seorang ahjuma, kufikir dia adalah seorang pelanggan, karna wajahnya tak asing lagi berada di toko itu.. Dia sangat cantiik sekali dengan dress warna putihnya, aku hanya berani memandangnya dari luar saja, aku berharap hujan akan turun lagi, agar aku bisa berteduh lagi di toko itu, tapi hujan pun hari ini tidak menunjukan batang hidungnya, malah cuaca hari ini begitu panas.. Aisshhh…

 

17 April 2009

Seperti biasa kulangkahkan kakiku dengan semangat untuk bekerja, selain karna pekerjaan melukisku, alasanku yang lain hanyalah untuk melihat gadis itu, lagi dan lagi… Aku berharap hujan akan turun dan Yess..!!! Tuhan mendengar doaku, ternyata hujan Turun, tapi kali ini hujan turun sangat deras sekali sampai-sampai alat-alat kerjaku menjadi basah dan berjatuhan semua “aahh bagaimana ini, aisshh..” Aku terus mengambil semua peralatan kerjaku yang berserakan di tanah, sementara kertas tidak usah ditanya, karna pasti basah semua.. “Aaissshh sial sekali aku hari ini, Tuhan aku minta hujan, tapi bukan hujan seperti ini, aku jadi rugi sekali, bagaaimana ini?” Sesalku

Tiba-tiba datang seorang gadis membawa payung kearahku dan membantuku mengambil semua alat kerjaku, ternyata gadis itu adalah gadis penjual bunga …

 

Aku berada di dalam toko bunga dengan bajuku yang basah kuyup, sementara gadis itu memberikanku baju kering dan handuk untuk mengeringkan badanku dan tentu saja mengganti bajuku, dia pun telah berganti pakaian karna diapun sama basah nya denganku gara-gara ikut membantuku mengambil alat-alat lukisku. kemudian dia mempersilahkanku masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian, kulihat kamarnya yang rapih, dan foto-foto keluarga yang dipajang dikamarnya, kulihat ada dia yang masih kecil dengan orangtua nya pasti, aku tersenyum melihat foto itu.. “Tapi kenapa dia tidak pernah berbicara dan hanya tersenyum?” Batinku

Akupun kembali ke ruang tengah, dan gadis itupun datang dengan membawa segelas hot chocolate untukku “Gomawo” kataku, lagi-lagi gadis itu hanya tersenyum ke arahku, kami terjebak dalam diam selama 20 menit, tidak ada yang berbicara sampai aku membuka pembicaraan “ah ne, kita belum berkenalan, Kang Minhyuk imnida” kataku sambil menyodorkan tangan, dia tersenyum lagi padaku sambil berlalu… “Kenapa dia tidak sopan? Kenapa langsung pergi ketika aku menyodorkan tanganku untuk berkenalan dengannya? Dan Lagi-lagi hanya tersenyum, apa dia suka tersenyum pada semua orang? Suka tersenyum itu baik, tapi jika semua dijawab dengan senyuman mana aku mengerti?” Gerutuku dalam hati.

Gadis itupun datang lagi dengan membawa kertas dan pulpen, kali ini aku sungguh bertanya-tanya “ada apa dengannya? Mau menanyakan PR padaku? Menjawab ku saja tidak!” Seringaiku

“Ahn Sohee, Ahn Sohee imnida. Senang bisa berkenalan denganmu” tulisnya di secarik kertas, lalu dia menyodorkan tangannya dan kembali tersenyum

Aku tertegun, dengan pelan aku menyambut tangan lembutnya “apakah, apakah dia tidak berbicara?” Batinku

~~~

Setelah hari itu, akupun selalu mengunjunginya tiap hari, hanya untuk menyapa atau sesekali menemaninya sebentar…

 

 

20 Agustus 2009

Aku datang ke toko bunga milik sohee, kali ini aku datang sebagai pembeli bunga, hehehe… Sebelum aku masuk aku melihatnya sedang merangkaikan bunga, hari ini dia sungguh terlihat cantiik, tidak nampak kekurangan pada dirinya, tidak akan ada yang mengira kalo dia itu tidak bisa bicara (bisu)…

 aku tersenyum kepadanya lalu mengagetinya dari belakang, dia pun kaget lalu memukul lenganku sambil cemberut, lalu kuisyaratkan padanya untuk merangkaikan seikat bunga mawar putih, tatapannya berubah padaku, tapi kemudian dia merangkaikannya untukku, setelah selesai kecium wangi bunga itu, kemudian aku berpamitan padanya dengan senang…

Diam-diam aku menyuruh seorang anak kecil untuk mengantarkan bunga yang sohee rangkaikan tadi untukku kepadanya, yaa niatku membeli bunga ini hanya untuknya, entah apa.. Sepertinya aku semaikin menyukainya…

Aku melihat anak kecil itu mengantarkan bunga kepada sohee dari luar, kulihat mukanya kaget pada awalnya, tapi dia melihat rangkaian bunganya adalah rangkaiannya sendiri, dia pun tersenyum kemudian memberikan sekotak permen kepada anak kecil itu, dia terus mencium bunga-bunga itu, entah kenapa aku sngat bahagia melihat senyumnya itu…

 

Studio

Aku hampir selesai melukis Sohee, aku berencana menyelesaikannya malam ini dan memberikan lukisan ini kepadanya. Ditengah penyelesaianku melukis wajah Sohee, seorang ahjushi datang kepadaku dengan sebuah amplop besar, yang isinya adalah ucapan selamat atas keberhasilanku mengikuti ujian beasiswa di Amerika selama 3 tahun, ini adalah cita-citaku! tapi sekarang berubah setelah aku mengenalnya, aku sungguh tidak ingin meninggalkannya sendiri, sekarang impianku menjadi pelukis terkenal tidak begitu berarti lagi, aku hanya ingin disisi Sohee, ingin selalu menjaganya, disampingnya dan selalu melindunginya.. Entah apa yang ada difikiranku sekarang, aku harus menjawabnya dalam waktu 3hari.. “Apa yang harus aku lakukan???”

 

Selama 2 hari aku tidak mengunjungi Sohee, hanya melihatnya dari luar Toko, mengetahuinya baik-baik saja aku sudah sangat bersyukur, tapi aku tetap tidak bisa meninggalkan dia, aku ingin bersamanya. Kulangkahkan kakiku menuju tempat kost ku, sambil kuberfikir apakah yang harus kulakukan? Kemudian aku mendapatkan jawabannya selama aku berfikir 2 hari ini, kesempatanku tidak boleh dilewatkan, aku harus bisa membuktikan kalau aku bisa sukses dan aku akan membahagiakan sohee, yaa… Aku harus mengambil beasiswa ini,lalu setelah itu aku akan melamarnya, setelah berfikir keras aku menggulung lukisanku yang akan kuberikan pada sohee lalu aku berlari menuju toko sohee itu, dengan terengah-engah aku memberanikan diri masuk, dia tersenyum melihat kedatanganku… Lalu kunyatakan perasaanku padanya “Sohee.. Maaf aku tidak mengunjungimu 2 hari lalu.. Sohee aaa.. aku ingin mengatakan suatu hal padamu. So Sohee akku rasa aku, aku menyukaimu, aku tau ini lancang, aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku lagi padamu.. Besok, aku akan pergi ke Amerika untuk pendidikan beasiswaku selama 3 tahun.. Sohee yaaa… Saranghae…” Sohee tertegun, hanya menatapku, tidak mengisyaratkan apa-apa, kamipun diam tanpa isyarat apa2 selama 15 menit, akupun tampak bodoh.. “Sohee.. Besok aku akan pergi, jaga dirimu, sampai jumpa” akupun berbailik pergi dengan sedih meninggalkan sohee, sambil ku simpan Lukisanku untuknya di pintu, dan pada tanggal 25 Agustus 2009 akupun pergi ke Amerika untuk mengejar impianku

 

Sohee POV

Kenapa 2 hari ini dia tidak datang setelah mengirimkan bunga untuk ku? Ada apa dengannya? Apa dia hanya bercanda tentang bunga itu? Aku merasa ada yang kurang selama dia tidak datang kesini, mengapa aku merasa kosong dalam hatiku?? T-T

Setelah orangtua ku meninggal, aku benar-benar hidup sendiri, tidak ada teman yang mau kuajak berbagi, setiap ada teman pasti kesal padaku karna mereka merasa sia-sia berbicara denganku, akupun memilih sendiri dan lebih baik tidak usah bertemu dengan teman-temanku lagi, daripada aku harus menahan sakit hati dan akupun kasian juga pada temanku karna selalu menahan kesal untuk bicara denganku.

Pria-pria yang mendekatiku entah kenapa menjauhiku setelah mengetahui keadaanku seperti ini, mereka hanya melihat dari fisik ku saja, maka dari itu aku lebih memilih tidak berhubungan dengan siapa-siapa. Tapi… berbeda dengannya, dia tidak berubah mengetahui keadaanku, dia sangat baik, sangat menjaga dan melindungiku, hari-hariku sekarang lebih berwarna karna Minhyuk oppa, entah kenapa aku sangat senang setiap kali dia kesini, aku tidak merasa kesepian lagi, aku lebih bahagia dan lebih bersemangat menjalani hari-hariku, dia selalu membuat kejutan untukku, ada saja yang dia buat untuk membuatku tersenyum dan tertawa, dia adalah pria ke 2 terbaik setelah appa..

 

Dia datang padaku, aku sangat terkejut sekaligus senang atas kedatangannya, selama 2 hari dia tidak datang, aku ingin memasak untuknya, tapi.. Dia mengatakan bahwa dia mencintaiku, aku melihat gerak bibirnya, dia mengucapkan kata “Saranghae” padaku, aku terlalu terkejut sampai aku tidak bisa mengisyaratkan apa-apa, ditambah lagi dia mengatakan kalau dia akan pergi kuliah ke Amerika, aku sangat sedih dubuatnya, aku tidak sanggup mengisyaratkan apa-apa padanya sampai diapun pergi meninggalkanku, dia pergi dan aku berusaha mengejarnya setelah 3 menit kepergiannya dari hadapanku, dia sudah menghilang, kulihat dia meninggalkan sebuah kotak berisi lukisan wajahku, lukisan yang sangat indah, tak terasa aku merasakan panasnya pelupuk mataku, dan air mataku jatuh di pipi, ingin rasanya aku berlari dan berteriak padanya, mengatakan padanya “Jangan Tinggalkan akku” tapi apa dayaku, rasanya kakiku ini sulit untuk melangkah, dan tentu saja aku tidak sanggup mengatakannya, yang bisa kulakukan hanya menangis dan menyesali kepergiannya. Aku menangis terisak dan tak rela, hanya Lukisan ini, lukisan ini satu-satu nya kenangan yang dia buat untukku….

End POV

End of Flashback

Januari 2013

Setiap hari hanya lukisan ini yang aku lihat, tidak ada apa-apa lagi selain lukisan ini, berharap orang yang melukisku ini akan kembali kesini, menemaniku, menjagaku seperti dulu, tapi sudah 4 tahun dia pergi dan tidak kembali, seingatku dia bilang 3 tahun, tapi kenapa sampai 4 tahun pun belum kembali?? Mustahil bagiku untuk bisa bertemu dengannya lagi, mungkin dia sudah menikah dengan seseorang yang “sempurna”… Dengan sedih kutatap Lukisan wajahku itu “oppa, apa kabar? aku hanya ingin mengatakan padamu, selama kau pergi aku sangat kesepian, aku merindukannmu, Nado Saranghae” (dengan bahasa Isyarat) air matanya perlahan mendarat ke pipinya…

Dibelakang tampaklah seseorang yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca, dia datang membawa lukisan baru “ini, lukisan itu buang saja, itu sudah sangat usang” katanya sambil tersenyum kearahku

“Oppa” (isyarat) seruku terkejut sambil menangis, aku menatapnya lama.. Ingin rasanya aku memukulnya, sambil marah dan berteriak “kenapa kau pergi dan meninggalkanku begitu saja tanpa kau tau jawabanku?” Tapi apa daya aku hanya bisa menangis, sambil kupukul-pukul lengan dan dadanya, aku ingin sekali marah, tapi perasaan marah itu terkalahkan oleh rinduku pada pria dihadapanku, Kang Minhyuk… Dia pun menggenggam tanganku yang terus memukulnya, lalu ditariknya tubuhku kedalam pelukannya.. Pelukan hangat yang aku rindukan, aku merindukannya, aku tidak ingin melepaskannya lagi… “Oppa jangan pergi lagi, tetaplah disini bersamaku, Nado Saranghae..” (Isyarat) mata minhyuk berkaca-kaca dan mengecup keningku, hari ini aku bahagia sekali.. Aku terus memeluknya, dan tidak ingin melepaskannya lagi…

20 Februari 2013

Hari ini aku mendapatkan pesanan bunga banyak sekali, aku sangat senang .. Dan seorang kurir pun mengambil pesanan-pesanan itu.. Lalu seorang pria yang mengaku sopir Minyuk itu menjemputku dan membawaku ke suatu tempat, dimana itu adalah sebuah galery lukisan, aku sangat terkejut karna semua lukisan itu adalah lukisan diriku, toko bungaku dan jalan disekitar toko bungaku, kemudian lukisan hujan disaat aku membantunya mengambil semua peralatan lukisnya, aku meneteskan air mata lagi karna terharu.. Kuterus berjalan menyusuri lorong yg penuh dengan wajahku itu, dan didepanku telah banyak bunga-bunga yang kurangkai tadi dan disebelahnya ada Minhyuk Oppa, aku tersenyum padanya, dia berjalan menghampiriku “apa kau suka?” Tanyanya

Akupun mengangguk, lalu dia mengeluarkan kotak berisi cincin “apakah kau mau menjadi teman seumur hidup untukku?” Tanyanya lagi… Aku sangat terkejut dan terharu, tanpa ragu akupun mengagguk lagi kepadanya, dia tersenyum lalu mengecup lembut bibirku…

2 April 2013

Hari ini adalah hari bahagiaku bersama Minhyuk oppa, ya.. Ini adalah hari pernikahanku dengannya, pernikahan sederhana yang hanya dihadiri oleh kerabat dekat namun sangat special untukku dan untukknya, mungkin aku menjadi wanita yang paling bahagia di Dunia ini …

Malam hari…

“Sohee-aa… Aku adalah laki-laki paling beruntung di dunia ini karna dapat memperistri dirimu, aku sangat bahagia memilikimu, biar orang bilang kau tidak sempurna, tapi bagiku kau adalah wanita yang paling sempurna, dan malam ini aku akan membuatmu menjadi wanita sempurna yang seutuhnya… Saranghae istriku…” Minhyuk

Aku tersenyum malu padanya “Nado Saranghae oppa” (Isyarat) …

kamipun melewati malam pertama bersama dengan indah ^^

The End

Inspired song by Juniel – Illa illa ♥